Langsung ke konten utama

PERSAMAAN DIFFERENSIAL EKSAK (Lanjutan)



Hai, kembali lagi diblog saya hehehe...
Kemarin udah bahas PD Eksak. Untuk mempermudah memahami pembahasan kemarin, saya sudah sediakan beberapa contoh untuk kalian semua....
1. 
2. 

 3.
  4.

Terimakasih....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERSAMAAN DIFFRENSIAL HOMOGEN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakathu... Jumpa lagi diblog saya, kali hari kita akan membahas materi baru yaitu Persamaan Diffrensial Homogen Definisi: Ciri umum PD Homogen adalah tiap suku derajatnya sama. Contoh :   PD homogen memiliki bentuk persamaan 𝑀 𝒙 , 𝒚 𝒅𝒙 + 𝑵 𝒙 , 𝒚 𝒅𝒚 = 0 Atau disebut persamaan diferensial homogen orde satu, jika M dan N adalah fungsi homogen yang berderajat sama, atau f fungsi homogen berderajat nol. Untuk menyelesaikan persamaan tersebut itu menggunakan metode subtitusi Dengan substitusi ini, persamaan diferensialnya akan menjadi suatu persamaan diferensial peubah terpisah. Dari 𝒚 ′ = 𝒇 ( 𝒙 , 𝒚 ), dengan fungsi f homogen berderajat nol. Selanjutnya substitusikan ke persamaan diferensialnya, akan diperoleh : Mungkin itu saya bisa bagikan... Untuk masalah contoh soal, tunggu pembahasan selanjutnya...

PERSAMAAN DIFFERENSIAL KOEFISIEN LINEAR

Duh, sorry banget ya. Baru sempet update postingan lagi. Ya, gw baru sempat minjam laptop sappiseng. Karena laptop gw rusak drive internet connectionnya jadi ngak bisa mode online... Tanpa basa basi, silahkan menikmati PERSAMAAN DIFFERENSIAL KOEFESIEN LINEAR A.   Bentuk umum PD Linier orde-n adalah   PD yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk di atas dikatakan tidak linier. Contoh: Jika F(x) pada persamaan PD Linier orde-n sama dengan nol maka PD disebut PD homogen atau tereduksi atau komplementer. Jika F(x)≠0 maka PD disebut PD lengkap atau PD tak homogen. B.   Teorema Dasar Persamaan Differensial Linear Untuk menyelesaikan PD Linier berbentuk Contoh: C.   Ketakbebasan Linear Himpunan n fungsi y 1 (x), y 2 (x), ..., y n (x) dikatakan takbebas linier pada suatu selang jika ada n konstanta c 1 , c 2 , ..., c n yang tidak semua nol, sehingga berlaku: c 1 y 1 (x)+ c 2 y 2 (x)+ ...+ c n y n (x) = 0 jika tid...
Hai sobat Mad School, maaf nih baru sempat posting karena harus dipahami dulu baru dipost :(. kali ini kami memposting materi Turunan dan Integral. So, cekidot.... TURUNAN DAN INTEGRAL TURUNAN Turunan Matematika adalah pengukuran terhadap Fungsi yang berubah seiring perubahan Nilai Inputnya karena secara umum Turunan Matematika itu menyatakan bagaimana suatu besaran dapat berubah akibat perubahan besaran lainnya. Sebagai Contoh, Turunan dari Posisi sebuah benda yang bergerak terhadap waktu ialah Kecepatan yang sesaat dari Objek tersebut dan proses dlm menemukan Turunan disebut dengan Diferensiasi.